Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Pengertian Wakaf

wakaf

Pengertian wakaf berikut ini diambil dari beberapa buku yang berbeda dengan penulis yang berbeda pula. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran definisi wakaf dari berbagai pendapat dan sumber. Berikut Trigonal Pendidikan berikan sedikit ulasan dan beberapa definisi wakaf menurut para pakar.

Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang wakaf karena wakaf tidak secara eksplisit dijelaskan dalam Al-Quran. Berikut adalah kutipan dari situs daaruttauhiid.org1 mengenai hal tersebut:

Wakaf merupakan salah satu ibadah kebendaan yang penting yang tidak memiliki rujukan yang eksplisit dalam kitab suci Al-Qur’an. Oleh karena itu, ulama telah melakukan identifikasi untuk mencari “induk kata” sebagai sandaran hukum. Hasil identifikasi mereka juga akhirnya melahirkan ragam nomenklatur wakaf yang dijelaskan pada bagian berikut. Para ulama berpendapat bahwa perintah wakaf merupakan bagian dari perintah untuk melakukan Al-Khayr (secara harfiah berarti kebaikan). Dasarnya adalah firman Allah: ”dan berbuatlah kebajikan agar kamu memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Hajj : 77)

Pengertian atau definisi wakaf secara institusional sangat beragam. Keragaman definisi ini, sebagai akibat dari perbedaan penafsiran dari institusi wakaf sebagaimana yang telah dilakukan oleh para mujtahid, dan yang pernah dipraktekkan dalam dan oleh masyarakat Islam. Definisi wakaf di Indonesia, lebih cenderung kepada definisi yang dikemukakan al-Syafi’iyyah.

Pengertian wakaf menurut Juhaya S. Praja

Menurut Juhaya S. Praja3 (1995:6),

istilah wakaf bermakna objek atau benda yang diwakafkan (al-mauquf’alaih) ataupun bermakna sebagai institusi.

Pengertian wakaf menurut Ahmad Azhar Basyir

Ahmad Azhar Basyir2 (1987:5) berpendapat:

Wakaf yaitu menyerahkan harta yang dapat diambil manfaatnya tanpa musnah seketika dan untuk penggunaan yang mudah serta dimaksudkan untuk mendapatkan keridaan Allah SWT.

Pengertian wakaf menurut H. Abdurrahman

H. Abdurrahman4 (1994:33) menyatakan bahwa:

Dalam konsep hukum Islam wakaf adalah suatu perbuatan hukum dan sekaligus sebagai suatu pranata hukum yang ada dalam kehidupan umat Islam karena itu harus dilihat terlebih dahulu bagaimana keabsahan dari wakaf tersebut.

Pengertian wakaf menurut PP RI Nomor 28 Tahun 1977 Tentang Perwakafan Tanah Milik (LN RI Nomor 38) dalam pasal 1 ayat 1

Dalam peraturan6 itu tertulis:

Wakaf adalah perbuatan hukum yang memisahkan sebagian harta kekayaan yang berupa tanah milik (peraturan pemerintah ini khusus mengatur perwakafan tanah wakaf) dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk keperluan peribadatan atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pengertian wakaf menurut Inpres Nomor 1 Tahun 1999 Tentang Kompilasi Hukum Islam Buku III pasal 215 ayat 1

Menurut peraturan5 tersebut,

wakaf adalah Perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya guna kepentingan ibadat, atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.


Itulah beberapa pengertian wakaf yang berasal dari para ahli maupun dari peraturan pemerintah. Apabila ada yang ingin Anda tambahkan atau koreksi, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengutip artikel ini, mohon sertakan tautan hidup ke situs web atau halaman ini. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. Daarut Tauhiid. Pengertian Wakaf. Tautan: daaruttauhiid.org. Diakses pada tanggal: 05/12/2014
2. Ahmad Azhar Basyir. (1987). Hukum Islam Tentang Wakaf. Bandung: Al-Maarif
3. Juhaya S. Praja. (1995). Perwakafan di Indonesia. Bandung: Yayasan Piara
4. H. Abdurrahman. (1994). Masalah Perwakafan Tanah Milik dan Kedudukan Tanah Wakaf Di Negara Kita. Bandung: PT. Citra Aditya Bhakti
5. Inpres Nomor 1 Tahun 1999 Tentang Kompilasi Hukum Islam Buku III pasal 215 ayat (1)
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1977 Tentang Perwakafan Tanah Milik (LN RI Nomor 38) dalam pasal 1 ayat 1
Gambar:
commons.wikimedia.org

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.