Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Kesesatan Relevansi

Kesesatan relevansi timbul karena seseorang menarik kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Berikut ini Trigonal Pendidikan berikan beberapa kesesatan relevansi yang sering terjadi.

ad hominem

  1. Argumentum ad hominem
    Kesesatan ini terjadi jika kita membuat orang lain menerima atau menolak suatu usul, tetapi tidak berdasarkan penalaran dan hanya berdasarkan kepentingan atau keadaan orang yang mengusulkan atau yang diusuli.
  2. Argumen ad verecundiam atau argumentum auctoritatis
    Kesesatan ini juga menerima atau menolak sesuatu tidak berdasarkan nilai penalarannya, tetapi karena orang yang mengemukakannya adalah orang yang berwibawa, dapat dipercaya, atau seorang ahli.
  3. Argumentum ad baculum
    Kesesatan ini timbul jika penerimaan atau penolakan suatu penalaran didasarkan atas adanya ancaman hukuman.
  4. Argumentum ad misericordiam
    Penalaran yang ditujukan untuk menimbulkan belas kasihan agar dapat diterima.
  5. Argumentum ad populum
    Ditujukan untuk meyakinkan rakyat, massa, atau khalayak ramai.
  6. Kesesatan non causa pro causa
    Ini terjadi jika kita menganggap sesuatu sebagai sebab, padahal sebenarnya bukan, atau bisa juga sebagai sebab yang tidak bertanggung jawab sepenuhnya.
  7. Kesesatan aksidensi
    Ini terjadi jika kita menerapkan prinsip atau pernyataan umum
  8. Kesesatan karena komposisi dan divisi
    Terdapat ciri-ciri yang hanya menggambarkan individu dalam sebuah kelompok, tetapi jika kita menyimpulkan bahwa ciri tersebut berlaku untuk kelompok, maka penalaran kita tersesat karena komposisi. Sedangkan kesesatan karena divisi terjadi karena kita menyimpulkan bahwa setiap individu dalam suatu kelompok harus memiliki ciri yang sama.
  9. Ignoratio elenchi
    Ini terjadi apabila konklusi yang diturunkan dari premis tidak relevan dengan premis itu.
  10. Argumentum ad ignorantiam
    Penalaran yang menyimpulkan suatu konklusi atas dasar bahwa negasinya tidak terbukti salah, atau yang menyimpulkan bahwa suatu konklusi itu salah karena negasinya tidak terbukti benar.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. Vj Boboy. kesesatan relevansi. Diakses pada tanggal: 27/02/2015
2. Soekadijo R.G. (2003). Logika Dasar: Tradisional, simbolik, dan induktif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 
Gambar:
jasonlittle39.wordpress.com

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.