Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Kriteria Guru Profesional

Guru profesional mempunyai kemampuan dalam membantu siswa belajar, baik karena kompetensinya maupun penampilannya. Pada sistem penyampaian belajar sendiri pun lebih berupa membimbing, mengarahkan siswa belajar dari pada kemampuan mengajar.

Kriteria Guru Profesional

Adapun kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru menurut Oemar Hamalik (2001:52) adalah sebagai berikut:

Kemampuan menguasai bahan

Kemampuan menguasai bahan meliputi:

  1. Menguasai bahan bidang studi Biologi dan kurikulum sekolah
  2. Menguasai bahan pendalaman/aplikasi bidang studi Biologi

Kemampuan mengelola program belajar mengajar

Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan tujuan instruksional
  2. Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar
  3. Memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat
  4. Melaksanakan program belajar mengajar
  5. Mengenal kemampuan anak didik
  6. Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial

Kemampuan mengelola kelas dengan pengalaman belajar

Kemampuan ini meliputi:

  1. Mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran
  2. Menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi

Kemampuan menggunakan media atau sumber dengan pengalaman belajar

Kemampuan ini meliputi yang berikut ini:

  1. Mengenal, memilih dan menggunakan media
  2. Membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana
  3. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar
  4. Mengembangkan laboratorium
  5. Menggunakan laboratorium dalam proses belajar mengajar
  6. Menggunakan micro teching unit dalam program pengalaman lapangan

Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan dengan pengalaman belajar

Kemampuan ini meliputi:

  1. Mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjau sosiologis, filosofis, historis, dan psikologis
  2. Mengenali fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antara sekolah dan masyarakat

Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar dengan pengalaman belajar

Kemampuan ini meliputi:

  1. Mempelajari cara-cara memotivasi siswa untuk belajar
  2. Berlatih menggunakan cara-cara memotivasi siswa
  3. Mempelajari macam-macam bentuk pertanyaan
  4. Berlatih menggunakan macam-macam bentuk pertanyaan secara tepat
  5. Mempelajari beberapa mekanisme psikologis belajar mengajar di sekolah
  6. Mengkaji faktor-faktor positif dan negatif dalam proses belajar mengajar
  7. Mempelajari cara-cara berkomunikasi antar pribadi
  8. Berlatih menggunakan cara-cara berkomunikasi antar pribadi

Kemampuan menilai prestasi siswa dengan pengalaman belajar

Kemampuan tersebut meliputi:

  1. Mempelajari fungsi penilaian
  2. Mempelajari bermacam-macam teknik dan prosedur penelitian
  3. Berlatih menyusun teknik dan prosedur penilaian
  4. Mempelajari kriteria pemilihan teknik dan prosedur penilaian
  5. Berlatih menggunakan teknik dan prosedur penilaian
  6. Berlatih mengolah dan menginterpretasi hasil penilaian
  7. Berlatih menggunakan hasil-hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar
  8. Berlatih menilai teknik dan prosedur penilaian
  9. berlatih menilai efektivitas program pengajaran

Kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan dengan pengalaman belajar

Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengenal fungsi dan program layanan dan penyuluhan di sekolah
  2. Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah

Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah dengan pengalaman belajar

Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah
  2. Menyelenggarakan administrasi sekolah

Kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran

Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mempelajari dasar-dasar penggunaan metode ilmiah dalam penelitian
  2. Mempelajari teknik dan prosedur penelitian pendidikan
  3. Menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk perbaikan pengajaran

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Oemar Hamalik (1995), Metoda Belajar dan Kesulitan Belajar, Bandung: Tarsito. 
Gambar:
Dokumen pribadi

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.