Cara Menulis Puisi

Cara Menulis Puisi

Menulis puisi adalah salah satu cara untuk mengekspresikan dan melepaskan kepenatan jiwa seni kita, selain untuk belajar berbahasa dengan lebih baik dan terarah. Puisi itu tidak harus indah menurut orang lain tapi hanya perlu bermakna menurut diri sendiri.

Cara Menulis Puisi

Kompetensi menulis puisi dimaksudkan agar seseorang dapat menggunakan bahasa dengan tujuan untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi serta untuk berintegrasi dengan orang lain. Selain itu juga menulis puisi dapat melatih kepekaan terhadap realitas kehidupan sekitar.

Kegiatan menulis puisi adalah kegiatan yang bersifat produktif dan kemampuan menulis puisi dapat dicapai dengan bimbingan yang sistematis serta latihan yang intensif. Berikut adalah penjabaran cara menulis puisi menurut para ahli.

Cara Menulis Puisi Menurut Muchlisoh

Menurut Muchlisoh (1997:403) bahwa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menulis puisi adalah:

  1. Menentukan isi atau tema puisi.
  2. Menentukan bentuk atau struktur puisi.

Cara Menulis Puisi Menurut Utami Munandar

Utami Munandar (2009) mengemukakan bahwa kegiatan menulis puisi dapat dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Tahap preparasi, dilaksanakan kegiatan pengumpulan data atau informasi yang akan dijadikan bahan penulisan.
  2. Tahap inkubasi, dilaksanakan dalam usaha mematangkan ide-ide yang telah dimunculkan pada tahap sebelumnya.
  3. Tahap iluminasi, merupakan tahap pelahiran ide, gagasan atau pengalaman ke dalam bentuk puisi.
  4. Tahap verifikasi, yaitu kegiatan menulis puisi, hasil karya sendiri.

 

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah dalam menulis puisi yang pertama adalah mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan. Dari data atau informasi yang telah dikumpulkan maka akan diperoleh ide yang akan dijadikan sebuah puisi, sehingga setelah pelahiran ide atau gagasan dalam bentuk puisi, tahap selanjutnya adalah penulisan puisi, hasil karya sendiri.

Pendapat Trigonal Media, teruslah menulis puisi bait demi bait, jangan terfokus untuk membaca dan menghapus bait sebelumnya. Teruskan menulis, biarkan pena dan rasa menuntun untaian kalimat kita. Masalah bagus atau tidaknya, biarkan orang lain yang menilai. Tapi yakini, curahan hati itu bukan untuk dinilai tapi untuk dinikmati. Puisi yang baik akan merengkuh hati, tidak memuaskan mata maupun rima.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

dimuat...
Admin
Ordinary boy (not yet a man), happy husband, and proud dad. Sering nongkrong di blog pribadinya: Blog Bang Fuji

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool