Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga keutuhan dan rasa persatuan warga negara Indonesia. Bahasa Indonesia berperan sebagai perekat kebersamaan untuk menyamarkan titik-titik perbedaan pada bangsa yang majemuk ini. Oleh karena itulah, pembelajaran Bahasa Indonesia sangatlah penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang bersatu dan berdaulat. Berikut adalah penjabaran singkat mengenai hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia.

Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pengetian belajar dan pembelajaran

Kita mulai dengan memahami definisi belajar dan pembelajaran menurut para ahli. Menurut Saud dan Rukmana (2006:3),

belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang sebagai hasil dari pengalaman dan latihan.

Sedangkan pembelajaran menurut Hamalik dalam Taopik (2005:7),

pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

Secara umum bahasa adalah suatu bentuk ungkapan yang bentuk dasar ujaran atau suatu ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran. Selain itu, bahasa juga dapat dimaknai sebagai alat komunikasi antar manusia (anggota masyarakat) berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Depdiknas, 2006:81),

pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Simpulan hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia

Maka dapat disimpulkan bahwa hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia adalah

sebuah upaya untuk mengarahkan peserta didik sehingga terampil berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, baik itu secara lisan maupun tulisan, serta baik dalam situasi formal maupun informal.

Selain terampil berkomunikasi, peserta didik diharapkan memiliki sikap apresiatif terhadap karya sastra Bahasa Indonesia, para tokoh-tokoh kebahasaan, guru, dan sesama pelajar. Tujuan tentu saja, untuk menanamkan benih dan menumbuh kembangkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara Indonesia, yang pada akhirnya menjadikan NKRI yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.