Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Hal-Hal Penting Mengenai Menulis Permulaan

Menulis permulaan sangat penting bagi anak usia dini terutama di Sekolah Dasar. Berikut ini adalah beberapa hal penting mengenai menulis permulaan yang harus diperhatikan oleh guru dan orang tua.

Hal-Hal Penting Mengenai Menulis Permulaan

Berlandaskan pada pendapat Novi Resmini dkk (2006:305) bahwa dalam melaksanakan pembelajaran menulis permulaan hendaknya guru memperhatikan hal-hal yang sangat mendasar baik yang ada dalam diri siswa maupun yang ada di luar diri siswa, di antaranya:

  1. tingkat perkembangan siswa,
  2. tingkat kesiapan siswa,
  3. sumber bahan pelajaran,
  4. peralatan/perlengkapan,
  5. keaktifan siswa,
  6. sikap menulis yang benar, dan
  7. metode.

Tingkat perkembangan siswa

Tingkat perkembangan setiap siswa berbeda-beda secara fisik maupun psikis. Ada anak yang memiliki tingkat perkembangan cepat, sedang dan ada juga yang lambat. Siswa usia Sekolah Dasar mempunyai rasa ingin tahu dan potensi yang besar untuk meningkatkan potensi, minat dan bakatnya. Guru hendaknya memanfaatkan masa tersebut semaksimal mungkin untuk mengembangkan bakat, minat dan kemampuan siswa dengan memberikan dorongan dan bimbingan yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan yang dimiliki siswa.

Tingkat kesiapan siswa

Seperti halnya tingkat perkembangan siswa, tingkat kesiapan setiap siswa dalam menerima pelajaran juga berbeda-beda. Sebagai contohnya, siswa  yang berasal dari Taman Kanak-kanak biasanya tingkat kesiapannya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang sama sekali belum pernah bersekolah seperti di TK.

Guru hendaknya memberikan perhatian yang berbeda disesuaikan dengan masing-masing tingkat kesiapan. Terutama untuk siswa yang belum sama sekali pernah bersekolah, guru memberikan perhatian yang lebih khusus untuk dapat menyesuaikan diri dengan yang lainnya yang dianggap sudah siap. Sedangkan untuk yang sudah siap, guru memberikan kegiatan tambahan agar tidak jenuh dan mengganggu siswa yang lain.

Sumber bahan pelajaran

Bahan pengajaran dapat diambil dari buku-buku pelajaran, atau dapat juga guru mengembangkan sendiri dengan kriteria atau syarat tertentu. Pengembangan bahan pengajaran harus memenuhi urutan  sebagai berikut:

  1. Dari lingkungan anak sendiri meluas ke lingkungan yang lebih jauh.
  2. Dari bahan yang mudah ke bahan yang lebih sukar.
  3. Dari yang konkret/nyata ke bahan yang lebih abstrak.

Peralatan/perlengkapan

Alat merupakan sarana yang digunakan untuk menunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Peralatan dan perlengkapan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya harus dipersiapkan sebaik mungkin dan sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. Sebagai contohnya, kartu huruf, kartu kata, kartu kalimat dan lain-lain.

Keaktifan siswa

Dalam proses pembelajaran, hendaknya yang lebih aktif adalah siswa, bukan guru. Guru adalah pencipta kegiatan belajar siswa dan subjek utamanya adalah siswa. Dalam  pembelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat menggunakan multi metode untuk memaksimalkan aktivitas siswa dalam pembelajaran.

Sikap menulis yang benar

Dalam menulis, perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Sikap duduk
    Sikap duduk yang baik dalam menulis di antaranya adalah dada tidak menempel pada meja, badan tegak dan jarak mata dengan buku antara 25-30 cm. Sikap duduk yang baik tersebut dapat membiasakan siswa untuk selalu duduk tegak dan tidak membungkuk.
  2. Penerangan
    Penerangan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata. Dalam menulis ataupun membaca, cahaya harus cukup (tidak terlalu terang sehingga menyilaukan mata dan tidak samar-samar) dan sinar yang lebih kuat arahnya datang dari sebelah kiri.
  3. Letak buku
    Ketak buku yang akan ditulis harus tegak (90°) sejajar dengan pinggir meja tulis.
  4. Cara memegang pensil ketika menulis
    Tangan sebelah kanan digunakan untuk menulis pada umumnya dan tangan sebelah kiri digunakan untuk menekan buku tulis agar tidak bergeser. Jari-jari tangan memegang pensil, pensil diletakkan di antara ibu jari dan telunjuk. Ujung ibu jari, telunjuk dan jari tengah menekan pensil dengan luwes dan tidak kaku.
    Ujung pensil muncul di antara ketiga ujung jari di atas kira-kira 1 atau 1,5 cm. Ibu jari menekan alat tulis kira-kira 1,5 cm lebih atas dari ujung telunjuk. Letak ujung kelingking di daun meja/bangku hendaknya luwes agar kelancaran menulis tidak terhambat.

Metode

Ada beberapa metode dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP). Metode-metode tersebut di antaranya adalah:

  • metode abjad,
  • metode bunyi,
  • metode suku kata,
  • metode kata lembaga,
  • metode global, dan
  • metode SAS.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.