Jenis-jenis Permainan Anak Menurut Para Ahli

Jenis-jenis Permainan Anak Menurut Para Ahli

Jenis-jenis permainan anak merupakan pengelompokan permainan anak berdasarkan kriteria tertentu. Tujuan para ahli mengelompokkan permainan anak ini adalah untuk mempermudah penerapannya terhadap anak, yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhannya. Berikut ini Trigonal Media kumpulkan beberapa jenis permainan anak menurut para ahli anak.

Jenis-jenis Permainan Anak Menurut Para Ahli

Jenis permainan anak menurut Mildred Parten

Mildred Parten dalam Johnson & Medinnus (1974) mengemukakan bahwa, terdapat 6 jenis permainan anak setelah beliau melakukan observasi terhadap anak-anak yang berusia 2 sampai 5 tahun. Penelitian Parten ini meninjau permainan anak yang dilihat dari sisi tingkah laku sosial, yaitu sebagai berikut:

1. Permainan unoccupied

Anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya, kemudian melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol.

2. Permainan solitary

Anak dalam sebuah kelompok, dibiarkan bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam alat permainan, sehingga tidak terjadi kontak antara satu sama lain dan tidak peduli dengan apa pun yang terjadi.

3. Permainan onlooker

Anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain. Anak ikut berbicara dengan anak-anak lain itu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi ia tidak ikut terlibat dalam aktivitas permainan tersebut.

4. Permainan parallel

Anak bermain dengan alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi kontak antara anak yang satu dengan yang lain dan tidak pula terjadi tukar menukar alat permainan.

5. Permainan assosiative

Anak bermain bersama-sama dan saling meminjam alat permainan, tetapi permainan ini bersifat bebas, tidak memiliki tujuan tertentu, tidak ada pembagian peran, atau pun juga pembagian alat-alat permainan.

6. Permainan cooperative

Anak bermain dalam kelompok yang terorganisir, memiliki tujuan tertentu, dan setiap anak memiliki perannya masing-masing. Kelompok ini juga harus dipimpin oleh satu atau dua orang anak sebagai pemimpin.

 

Selain menurut Parten di atas, terdapat juga pengelompokan permainan menurut para ahli lain sebagai berikut:

Jenis permainan anak menurut Seifert & Hoffnung

Dua orang ahli teori kognitif, Seifert & Hoffnung (1994), membagi permainan anak menjadi 4 jenis, yang dibagi berdasarkan pada tahap-tahap perkembangan kognitif, yaitu sebagai berikut:

1. Permainan fungsional (functional play)

Permainan ini terjadi selama periode sensorimotorik. Bentuk permainan ini adalah adanya gerakan yang diulang-ulang, seperti gerakan kaki dan tangan bayi.

Bagi anak prasekolah, bentuk permainan fungsional yang umumnya mereka lakukan adalah berlari-lari di lapangan atau tempat bermain tanpa ada alasan yang jelas, kecuali hanya untuk kesenangan semata.

Tahapan permainan fungsional ini sangat penting karena anak diajarkan untuk mengenal dunia fisik dan efek yang ditimbulkannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa:

permainan fungsional adalah permainan selama periode sensorimotorik dengan bentuk permainan yang bersifat fisik dan berulang.

2. Permainan konstruktif (constructive play)

Permainan konstruktif adalah bentuk permainan yang menggunakan bentuk-bentuk fisik untuk membangun atau membuat sesuatu. bentuk permainan ini adalah permainan yang paling umum dilakukan oleh anak prasekolah atau anak sekolah dasar.

3. Permainan dramatik (dramatic play)

Permainan dramatik adalah suatu bentuk permainan yang dilakukan secara berpura-pura, yang dimulai ketika anak sudah dapat menyimbolisasikan atau membayangkan objek memiliki peran tertentu. Contohnya adalah seorang anak membayangkan sebuah batu sebagai mobil dan tanah sebagai jalan raya.

4. Permainan dengan aturan (games with play)

Permainan dengan aturan adalah suatu bentuk permainan yang dilakukan oleh anak dengan memiliki aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh anak yang memainkannya.

 

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis permainan anak menurut para ahli yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Mohon konsultasikan dengan tenaga ahli sebelum menggunakan informasi dari artikel ini. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat dari pemakaian informasi ini. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

dimuat...
Admin
Ordinary boy (not yet a man), happy husband, and proud dad. Sering nongkrong di blog pribadinya: Blog Bang Fuji

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool