Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Beriman kepada Nabi dan Rasul Allah merupakan salah satu rukun iman yang harus dipegang teguh oleh semua Muslim. Berikut ini adalah penjabaran singkat mengenai iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT.

Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Untuk lebih memperjelas perbedaan antara Nabi dan Rasul, di bawah ini adalah pengertiannya:

  • Nabi adalah laki-laki merdeka yang dipilih oleh Allah SWT untuk diberikan wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya, dengan kata lain, wahyu tersebut untuk dirinya sendiri tanpa ada keharusan untuk disampaikan kepada orang lain.
  • Rasul adalah laki-laki merdeka yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan syariat, dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada kaumnya yang menyelisihkannya.

Berikut ini adalah firman Allah SWT mengenai Rasul:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. 5:67)

Abu Muawiah memberikan 5 perbedaan Nabi dan Rasul sebagai berikut:

  1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian.
  2. Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.
  3. Syariat para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru.
  4. Nabi yang pertama adalah Adam dan rasul pertama adalah Nuh.
  5. Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya.

Di antara rasul yang memiliki julukan Ulul Azmi adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Mereka dikatakan memiliki tingkatan tertinggi di kalangan rasul. Rasul yang terbanyak diutus oleh Allah adalah kepada Bani Israel, berawal dari Musa, berakhir pada Isa, dan di antara keduanya terdapat seribu nabi.

Tanda Kerasulan

Tanda-tanda kerasulan ada lima, yaitu:

  1. Sifat
    Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam:4)
  2. Mukjizat
    Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS. Al-Qamar:1)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr:9)
  3. Berita kedatangan
    Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.
    Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj:26-27)
  4. Tanda kenabian
  5. Hasil-hasil perbuatan
    Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.  Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Fath:29)

Sifat Rasul

Sedangkan sifat-sifat rasul ada delapan, yaitu:

  1. Manusia sempurna
    Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (QS. Ibrahim:11)
  2. Terpelihara dari kesalahan
    Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS Al-Maidah:67)
  3. Benar
    dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (QS. An-Najm:3-4)
  4. Cerdas
    Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (QS. Al-Fath:27)
  5. Amanah
    Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa:58)
  6. Menyampaikan
    Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib. (QS. At-Takwir:24)
  7. Komitmen
    Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. (QS. Al-Isra:73)
  8. Suri teladan yang baik
    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab:21)

Ruang lingkup beriman kepada Nabi dan Rasul

Berikut ini adalah ruang lingkup beriman kepada nabi dan rasul:

  1. Mengimani bahwa risalah mereka adalah benar dari Allah SWT. Barang siapa mengingkari salah satu dari risalah mereka, berarti ia mengingkari terhadap seluruhnya.
  2. Beriman kepada nabi-nabi yang diketahui namanya dan yang tidak diketahui namanya
  3. Mengamalkan syariat Rasul yang diamalkan kepada kita, dan dia adalah rasul yang paling utama dan penutup segenap rasul, dia adalah Muhammad SAW.

Hikmah diutusnya Nabi dan Rasul

Di bawah ini adalah beberapa hikmah diutusnya nabi dan rasul, yaitu:

  1. Allah mengutus para rasul-Nya untuk mengenalkan kepada manusia tentang sesembahan yang haq, juga untuk menyeru kepada mereka hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukannya kepada yang lain.
  2. Allah mengutus para rasul-Nya untuk menegakkan agama, serta melarang berpecah belah tentangnya.
  3. Allah mengutus para rasul untuk memberikan kabar gembira dan peringatan.
    Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokkan. (QS. Al-Kahfi:56)
  4. Allah juga mengutus para rasul untuk memberikan teladan yang baik bagi manusia.
     

Dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

Nabi belum tentu Rasul, tetapi Rasul sudah pasti Nabi.

Itulah penjelasan mengenai Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat dengan berbagai keterbatasan ilmu, tetapi penulis berusaha membuatnya seakurat dan sesempurna mungkin. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, itu murni kesalahan penulis dan apabila benar, itu adalah karena rahmat Allah SWT. Untuk itu, koreksi dan saran sangat penulis harapkan.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan dunia akhirat kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Admin
Salah satu admin di Trigonal Media. Sering nongkrong di media sosial berikut:

memuat...
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed