Landasan Fikih Islam

Landasan Fikih Islam

Landasan fikih Islam bersumber dari 4 (empat) hukum, yaitu sebagai berikut:

Landasan Fikih Islam

1. Al-Quran

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia.

Contohnya tentang hukum jual beli dan riba pada QS. Al-Baqarah ayat 275:

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

2. Hadis

Hadis atau Sunnah Rasul adalah sabda, perbuatan, dan takrir (ketetapan) Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam.

Contohnya sabda Rasulullah mengenai tata cara salat:

“Salatlah kamu sekalian sebagaimana aku melaksanakan salat.” (HR. Bukhori)

3. Ijma

Ijma adalah kesepakatan para ulama yang berijthad dari umat Nabi Muhammad SAW, dari zaman ke zaman atas suatu hukum syar’i.

Misalnya kesepakatan para ulama tentang mushaf Quran (pembukuan Al-Quran).

4. Qiyas

Qiyas adalah suatu proses penyingkapan kesamaan hukum suatu kasus yang tidak disebutkan dalam suatu nash, dengan suatu hukum yang disebutkan dalam nash karena adanya kesamaan dalam alatnya (sebabnya).

Misalnya Allah SWT telah mengharamkan minuman keras dalam Al-Quran karena dapat membuat mabuk dan kehilangan akal sehat, jadi apabila ada minuman atau makanan lain yang memabukkan serta menghilangkan akal pikiran maka dapat diqiyaskan bahwa makanan atau minuman tersebut adalah haram.

Itulah penjelasan mengenai Landasan Fikih Islam yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat dengan berbagai keterbatasan ilmu, tetapi penulis berusaha membuatnya seakurat dan sesempurna mungkin. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, itu murni kesalahan penulis dan apabila benar, itu adalah karena rahmat Allah SWT. Untuk itu, koreksi dan saran sangat penulis harapkan.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan dunia akhirat kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Admin
Salah satu admin di Trigonal Media. Sering nongkrong di media sosial berikut:

memuat...
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed