Puasa: Ibadah yang Menyehatkan

Puasa: Ibadah yang Menyehatkan

Manusia terdiri dari unsur yang terdiri dari jasmani dan rohani. Bagi orang yang berpuasa, yang memotivasinya adalah karena iman kepada Allah semata, dan jika dia berpikir positif terhadap puasa, maka pasti dia akan menyatakan bahwa dia merasa sehat selama puasa.

Puasa: Ibadah yang Menyehatkan

Jika dia berpikir negatif, maka dia akan menyatakan merasa haus, lapar, lemas, mengantuk, malas bekerja, merasa stres, dan lain-lain. Jadi, puasa terhadap diri seseorang sangat tergantung pada hati sanubari dan cara berpikirnya. Jika ikhlas dampak positifnya yang dirasakan, jika tidak senang dan terpaksa, maka dampak negatif yang menonjol.

Walaupun jasmani mengalami perubahan yang drastis terhadap pemenuhan biologis, tetapi tubuh memiliki mekanisme pertahanan yang cukup ampuh dan langsung melakukan penyesuaian sehingga tubuh dapat mempertahankan kesehatannya.

Sehat rohani bukan hanya berarti bebas dari penyakit-penyakit rohani, tetap memiliki jiwa yang tenang, hati yang tenteram, sabar, tawakal kepada Allah, memiliki daya tahan yang kuat terhadap penderitaan dan kesedihan, memiliki disiplin moral, teguh pendirian, rasa kesetiakawanan sosial, dan lain-lain.

Akar dari kesehatan rohani adalah taqwa dan iman kepada Allah SWT, yang berarti selalu mengingat Allah, mengerjakan yang diperintahkan-Nya, meninggalkan yang dilarang-Nya, dan mensyukuri nikmat-Nya.

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya mengingat Allah menjadikan hati (batin) itu tenang. (Q.S. 13: 28)

Iman dan taqwa saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, karena apabila salah satu unsur ada yang terganggu maka keseimbangan di dalam kehidupan akan terganggu juga.

Berikut ini adalah beberapa penyakit-penyakit rohani yang bisa disembuhkan dengan berpuasa, antara lain:

1. Syirik

Syirik adalah menyekutukan Tuhan. Penyakit ini yang paling parah karena bisa muncul dengan pengagungan pada pangkat, jabatan atau harta padahal semua itu merupakan nikmat dari Allah dan tidak kufur nikmat.

Firman Allah:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Q.S. 4:116)

2. Ria dan Sombong

Penyakit ria adalah suatu gejala emosi yang merasa diri lebih dari orang lain dalam kedudukan, kekuasaan, kemegahan, maupun kecantikan.

Sedangkan sombong dapat meningkat menjadi takabur, dalam ucapan, sikap tingkah laku, dan tindakannya. Apabila sifat sombong itu berada pada orang yang berkuasa, maka akan timbul tindakan sewenang-wenang yang dapat menimbulkan kesengsaraan serta dapat mengakibatkan kebencian orang lain kepadanya.

Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 264:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

3. Tamak dan Serakah

Sifat serakah adalah menguasai atau mendapat bagian lebih banyak dari orang lain. Pada umumnya serakah bersangkut paut dengan soal kekayaan dan kemewahan hidup di dunia.

Serakah terhadap harta benda mendorong seseorang memperoleh sesuatu yang bukan haknya, dan tidak memedulikan apakah caranya halal atau haram, sah atau curang, atau benar atau salah. Misalnya menipu, merampok, dan korupsi.

Serakah terhadap kekuasaan, bisa terjadi pada pejabat, akibatnya mereka berbuat sewenang-wenang, melanggar peraturan, menginjak-nginjak hak asasi manusia, dan sebagainya.

Kedua jenis serakah di atas dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat, sehingga timbul permusuhan dengan segala akibatnya.

4. Benci dan Dendam

Sifat benci dan dendam menimbulkan permusuhan, sehingga bisa menjauhkan seseorang dari keluarga, saudara, dan teman-temannya. Penyebab timbulnya rasa benci dan dendam, biasanya karena salah sangka terhadap orang lain, tanpa terlebih dahulu menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

5. Hasad dan Dengki

Orang yang memiliki sifat hasad dan dengki tidak rela orang lain mendapatkan nikmat, padahal itu adalah ketentuan Allah SWT.

Rasullah SAW bersabda:

Kedengkian itu akan menghabiskan amal kebaikan, sebagaimana api menghabiskan kayu-kayu yang kering.

Itulah penjelasan mengenai Puasa: Ibadah yang Menyehatkan yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat dengan berbagai keterbatasan ilmu, tetapi penulis berusaha membuatnya seakurat dan sesempurna mungkin. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, itu murni kesalahan penulis dan apabila benar, itu adalah karena rahmat Allah SWT. Untuk itu, koreksi dan saran sangat penulis harapkan.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan dunia akhirat kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

memuat...
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Komentar

Tambah Komentar

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed