Sifat Tercela: Kemungkaran

Sifat Tercela: Kemungkaran

Tak bisa dipungkiri, keingkaran manusia terhadap Tuhannya akan melahirkan perbuatan yang menyimpang dari garis-garis fitrah kemanusiaannya, yang kemudian menularkan budaya ‘bebas batas’. Tak mengenal halal-haram, hukum yang dibuatnya tinggal untaian kata tak bermakna, bahkan dijadikan sebagai alat menarik keuntungan dan pembela keingkarannya. Sehingga pada akhirnya, manusia yang merupakan makhluk istimewa, jatuh drastis ke tingkat martabat yang paling rendah dan hina.

Sifat Tercela: Kemungkaran

Tidak berlebihan bila dikatakan, bahwa keingkaran terhadap Allah SWT merupakan benih kemungkaran dan kehancuran di bumi ini. Hal ini tergambar jelas dalam firman-Nya:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Ruum: 41)

Oleh karena itu, sebesar apapun bentuk kemungkaran yang ditimbulkan oleh orang-orang ingkar, hal itu merupakan tantangan bagi pembela kebenaran. Sekali pun kemungkaran itu muncul dari anak kandungnya sendiri, saudaranya sendiri, atau siapa pun mereka.

Bentuk-bentuk kemungkaran

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kemungkaran, yaitu:

  1. Mengingkari Al-Quran
    Mengingkari Al-Quran berarti mengingkari kebenaran yang terkandung di dalamnya. Ingkar terhadap Al-Quran ini merupakan pangkal kemungkinan yang dapat melahirkan kemungkaran lainnya.
  2. Mengingkari Sunnah
    Mengingkari sunnah atau ingkar sunnah berarti tidak memfungsikan sunnah sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran, baik sebagian atau keseluruhannya. Ingkar sunnah bisa pula berarti mematikan sunnah.

Tidak di sangkal lagi pengingkaran terhadap Al-Quran dan sunnah merupakan pengingkaran yang sangat prinsip. Keduanya akan mengotori akidah, ibadah, dan muamalah yang biasa dilakukan oleh para shalihin.

Dengan mengetahui sifat ingkar ini diharapkan tiap individu muslim menjadi orang yang pertama kali bertanggung jawab dalam mengantisipasi benih-benih kemungkaran sedini mungkin.

Apabila masalah ingkar dan kemungkaran tidak mendapat perhatian serius dari umat Nabi Muhammad SAW, maka tak ragu lagi siksa akan menyambutnya dan doa yang dipanjatkannya setiap hari kepada-Nya tak akan kunjung sampai. Na’udzubillahi min dzalik.

Itulah penjelasan mengenai Sifat Tercela: Kemungkaran yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat dengan berbagai keterbatasan ilmu, tetapi penulis berusaha membuatnya seakurat dan sesempurna mungkin. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, itu murni kesalahan penulis dan apabila benar, itu adalah karena rahmat Allah SWT. Untuk itu, koreksi dan saran sangat penulis harapkan.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan dunia akhirat kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

memuat...
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Komentar

Tambah Komentar

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed