Sifat Tercela: Kikir

Sifat Tercela: Kikir

Kikir atau bakhil adalah seseorang yang dikaruniai hidayah atau petunjuk dan seseorang yang mengerti kebenaran, tetapi ia tidak bersedia menerangkan kebenaran itu kepada orang lain, bahkan sengaja menggelapkannya, padahal masyarakat sangat membutuhkan kebenaran tersebut.

Sifat Tercela: Kikir

Bahaya Sifat Kikir

Tiga perkara yang dapat menimbulkan bencana yaitu:

  1. kikir yang dituruti,
  2. keinginan yang diikuti, dan
  3. merasa kagum terhadap tiap apa yang dihasilkan oleh pemikiran semata.

Oleh sebab itu, sifat kikir tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dengan perlahan tapi pasti, akan mengundang dampak yang merugikan. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali-Imran: 180)

Lebih tegas lagi, Allah SWT mengulangi kembali bahaya kikir dalam firman-Nya:

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. (QS. An-Nissa: 37)

Yang dimaksud kata kafir dalam ayat tersebut adalah kufur nikmat.

Kerugian yang diakibatkan kikir bukan saja akan menimpa pelakunya, tapi orang lain pun akan terkena dampaknya.

Sebab Kekikiran

Imam Al-Ghazali berpendapat:

Ingatlah baik-baik bahwa kikir itu ditimbulkan oleh kecintaan kepada harta.

Selanjutnya beliau menjelaskan:

Mencintai harta itu sendiri ada dua macam sebabnya. Pertama, Adanya kecintaan kepada kesyahwatan-kesyahwatan yang guna mencapai ini mesti menggunakan harta yang disertai dengan panjangnya angan-angan untuk terus mendapatkan kesyahwatan-kesyahwatan itu. Kedua, adanya kecintaan kepada harta bendanya itu sendiri dan merasa lezat jikalau benda-benda itu menetap di sampingnya, sekalipun ia sendiri menginsafi bahwa harta yang ditumpukkannya itu sebenarnya sudah melebihi cukup dan keperluannya.

Menghadapi Kekikiran

Lebih lanjut Imam Ghazali memberikan resep bagi mereka yang mengidap penyakit kikir, yaitu:

…bahwa mengobati sesuatu penyakit haruslah mendatangkan lawannya. Jadi kecintaan kepada kesyahwatan-kesyahwatan dapatlah disembuhkan dengan sifat qanaah.

Panjangnya angan-angan dapatlah dilenyapkan dengan banyak mengingat mati serta melihat bagaimana halnya kawan yang lebih dulu mati daripadanya.

Penyakit kikir dapat pula diobati dengan banyaknya membaca, memahami, dan memikirkan Al-Qur’an dan Hadits. Memperdalam renungan mengenai adanya harta, mengapa harta itu diadakan, untuk apa ia harus dikejar dan dicari, serta setelah diperoleh di mana sepatutnya harta tersebut diletakkan.

Itulah penjelasan mengenai Sifat Tercela: Kikir yang berhasil Bang Fuji rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat dengan berbagai keterbatasan ilmu, tetapi penulis berusaha membuatnya seakurat dan sesempurna mungkin. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, itu murni kesalahan penulis dan apabila benar, itu adalah karena rahmat Allah SWT. Untuk itu, koreksi dan saran sangat penulis harapkan.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan dunia akhirat kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Admin
Salah satu admin di Trigonal Media. Sering nongkrong di media sosial berikut:

memuat...
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed