--> Skip to main content

Kata Ulang

Kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil dari reduplikasi, seperti rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug, dan sebagainya. Di bawah ini Trigonal Media berusaha menjelaskan mengenai jenis-jenis kata ulang lengkap dengan contohnya.

Kata Ulang

1. Dwipurwa

Pengulangan dwipurwa adalah pengulangan sebagian atau seluruh suku awal sebuah kata.

Contoh:

pepohonan

tetamu

2. Dwilingga

Pengulangan dwilingga, sering disebut juga kata ulang murni, adalah kata ulang utuh yang diulang seluruh kata dasarnya.

Contoh:

buku-buku

rumah-rumah

3. Kata ulang berimbuhan

Kata ulang berimbuhan, juga dikenal dengan nama kata ulang bersambungan, yaitu pengulangan kata dengan salah satu atau kedua unsurnya mendapatkan imbuhan, seperti awalan, akhiran, sisipan, konfiks, atau pun gabungan imbuhan.

Terdapat 5 (lima) jenis kata ulang berimbuhan yaitu:

  1. prefiks+kata ulang
    Contoh: me+pukul = memukul-mukul
  2. Kata ulang+sufiks
    Contoh: motor+an = motor-motoran
  3. Kata ulang+infiks
    Contoh: tali+em = tali-temali
  4. Kata ulang+konfiks
    Contoh: timur+ ke-an = ketimur-timuran
  5. Kata ulang+gabungan imbuhan
    Contoh: kecil+di-per-kan = diperkecil-kecilkan

4. Kata ulang semu

Kata ulang semu adalah kata ulang yang pada umumnya dipakai untuk nama benda atau nama binatang.

Contoh:

cumi-cumi

5. Kata ulang berubah bunyi

Kata ulang berubah bunyi atau dwillingga salin suara adalah kata ulang yang salah katanya mengalami perubahan bunyi, baik seluruhnya maupun sebagian katanya. Contoh: warna-warni dan sayur-mayur.


Itulah penjelasan mengenai kata ulang beserta contohnya yang berhasil Trigonal Media rangkumkan.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Trigonal Media sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi