--> Skip to main content

Pelajar bajak metromini dengan celurit

Pembajakan bus metromini adalah sebuah kejahatan cukup berat, tetapi hal ini tidak menyurutkan para oknum pelajar di Jakarta untuk mengambil alih angkutan umum tersebut. Itulah yang terjadi pada hari Senin, 2 Februari 2015. Simak penelusuran Trigonal Media berikut ini.

metro mini hancur

Bus metromini dibajak siswa nakal

Sebanyak 27 orang oknum pelajar berhasil diamankan. Para pelajar yang tidak terkendali tersebut berasal dari beberapa sekolah, yaitu:

  1. SMK Rahayu Mulyo: 14 orang,
  2. SMK Kebon Jeruk: 2 orang,
  3. SMK Grafika Yayasan Lektur: 1 orang,
  4. SMK 1 Jakarta: 6 orang,
  5. SMK Karya Guna: 1 orang,
  6. SMK Bhakti Jakarta: 1 orang, dan
  7. 7 dua orang pelajar tidak mau menyebutkan asal sekolahnya.

Mereka membajak bus metromini M52 jurusan Kampung Melayu-Cakung yang disupiri Ucok di sekitar underpass Prumpung. Setelah kawanan preman cilik itu berada di dalam bus, mereka pun melontarkan kata-kata tidak senonoh terhadap warga sekitar, tak pelak lagi warga pun mengejar bus tersebut. Kaca bus pun hancur karena diserang oleh lemparan batu warga. Ucok tidak dapat berbuat banyak selain menuruti kemauan para pelajar itu, karena ia berada dalam ancaman celurit.

Tetapi kejadian ini tidak berlangsung lama, karena polisi dari Polsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur segera menangkapi bocah-bocah bengal itu dan digiring ke kantor polisi. Sangat disayangkan karena barang bukti senjata tajam yang digunakan oleh para pelajar itu tidak ditemukan, sehingga para pelajar ini pun hanya mendapatkan pembinaan dan dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.

Hikmah Berita

Sekali lagi kasus yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kenakalan remaja ini memang menjadi sebuah tren yang tidak hanya terjadi di kota besar tetapi sudah merambah ke kota kecil. Perlu kesadaran dan kerja sama semua pihak untuk mengatasi masalah ini. Karena jika dibiarkan, masa depan negara ini hanya akan diisi dengan orang-orang berprilaku benalu.

Mari kita bahasa akar permasalahan ini. Kenakalan remaja sebenarnya hanya berkutat pada 3 hal, yaitu keluarga, pendidikan, dan lingkungan. Ketiga faktor itulah yang menjadi penentu (selain takdir tentu saja) ke arah mana seorang anak akan berjalan, apakah hanya akan menjadi sampah atau ternyata bersinar sebagai cahaya di masyarakat.

Jadi yang Indonesia perlukan untuk masa depan yang cerah adalah keluarga yang harmonis dan hangat, pendidikan yang proaktif dan efektif, serta lingkungan yang nyaman dan aman.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengutip artikel ini, mohon sertakan tautan hidup ke situs web atau halaman ini. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Gusti Sawabi. Puluhan Pelajar Bajak Metromini, Sopir Mengaku Ditodong Celurit. Diakses pada tanggal: 03/02/2015