--> Skip to main content

Perkecambahan

Benih merupakan biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan penanaman. Sehingga benih bisa dikatakan sebagai biji yang dibudidayakan dan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Perkecambahan

Biji merupakan suatu bentuk tanaman mini (embrio) yang masih dalam keadaan perkembangan yang terkekang (Sutopo, 2002: 10). Benih merupakan biji tanaman yang dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya (Sadjad, 1993: 16).

Perkecambahan adalah permulaan munculnya pertumbuhan aktif yang menghasilkan pecahnya kulit biji dan munculnya semai (Amen, dalam Franklin 1991: 291). Semai ditandai dengan adanya tumbuhan kecil dalam kotiledon sebagai hasil dari perkecambahan, hasil perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang dan radikula menjadi batang. (Hariman, 2003)

Tipe Perkecambahan

Perkecambahan merupakan suatu proses yang tidak bisa lepas dari proses pertumbuhan. Menurut Sutopo (2002: 21) terdapat dua tipe pertumbuhan awal dari suatu kecambah tanaman, yaitu:

  1. Tipe Epigeal (Epigeous)
    Perkecambahan yang ditandai dengan munculnya radikula yang diikuti dengan pemanjangan hipokotil secara keseluruhan dan membawa serta kotiledon dan plumula ke atas permukaan tanah. Contohnya Perkecambahan Kedelai (Glycine max), Tomat (Lycopersicum esculentum)
  2. Tipe Hipogeal (Hypogeous)
    Perkecambahan yang ditandai dengan munculnya radikula yang diikuti dengan dengan pemanjangan plumula, hipokotil tidak memanjang ke atas permukaan tanah sedangkan kotiledon tetap berada di dalam kulit biji di bawah tanah. Contohnya perkecambahan Palem (Palmae sp.), Jagung (Zea mays).

Metabolisme Perkecambahan

Proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompkleks dari perubahan-perubahan morfologi, fisiologi, dan biokimia. Tahapan-tahapan dari proses perkecambahan menurut Sutopo (2002: 22) yaitu:

  1. Proses penyerapan air oleh benih, melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma
  2. Dimulai dengan kegiatan-kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi benih
  3. Merupakan tahap di mana terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak, protein menjadi bentuk-bentuk yang melarut dan ditraslokasikan ke titik-titik tumbuh
  4. Terjadinya proses asimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik untuk menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru
  5. Pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran, dan pembagian sel-sel pada titik-titik tumbuh. Sementara daun belum dapat berfungsi sebagai organ untuk fotosintesa maka pertumbuhan kecambah sangat tergantung pada persediaan makanan yang ada dalam biji

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. Sadjad, Sjamsoe’oed.1993. Dari Benih Kepada Benih, Gramedia, Jakarta.
2. Sutopo, Lita, 2002, Tehnologi Benih, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
3. Franklin, F. Gardner, 1991, Fisiologi Tanaman Budidaya, Terjemahan Sri Andani, Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII Press). 
Gambar:
Berbagai sumber