Skip to main content

Harapanku Atas Diriku

Puisi kehidupan ini berjudul Harapanku Atas Diriku mengisahkan tentang perjalanan seorang manusia menuai serpihan-serpihan harapan dalam hidupnya.

harapanku atas diriku

Kudapatkan diriku terbaring lemah meratapi cinta yang telah menelanjangi setiap bagian jiwa yang selama ini kubiarkan menebar benih cinta. Seakan tak percaya kesucian cinta ini telah melahirkan angin kekecewaan yang terus mendorongku ke batas jurang kesedihan.

Tanpa sadar, aku pun berdiri telanjang melewati makhluk yang dulu kucibir karena kuanggap tak dianugerahi panasnya gejolak gairah. Kemudian, langkah ini semakin membawaku menelusuri jalan yang kuyakin akan kian melelehkan keyakinanku akan cinta.

Tak cukup melagukan kasih tanpa diiringi nada kerinduan, tak sempurna melantunkan cinta tanpa mau meninggalkan keakuan. Itulah kata yang seharusnya kuukir di tengah hati, kugenggam di setiap hari, serta kubawa disetiap nafasku.

 

Aku berharap bahwa tatapanku tak lagi berzina, pendengaranku tak lagi menghukum, lidahku tak lagi menusuk, tanganku tak lagi berdosa, langkahku tak lagi tertatih, dan hatiku tak lagi menangis.

Aamiin.

Puisi ini adalah hasil karya Bang Fuji. Anda bebas menggunakan puisi ini untuk tujuan pendidikan atau informasi, tetapi harus menyertakan tautan/rujukan ke situs web ini.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.