Selamat datang di Trigonal Media

Trigonal Translator: Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Penyebab Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif membutuhkan penanganan yang khusus, kita bisa memulainya dengan melihat ciri-ciri anak hiperaktif ini, kemudian kita bisa menelusuri penyebab anak ini menjadi hiperaktif.

Penyebab Anak Hiperaktif

Faktor utama penyebab anak hiperaktif

Anak yang mengalami gangguan hiperaktif pada dasarnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

  1. Faktor fisik
    Secara fisik (neuorology) anak hiperaktif dapat disebabkan karena abnormalitas otak, seperti pematangan awal pada kelenjar-kelenjar dalam tubuh, abnormalitas kelenjar-kelenjar tubuh serta kerusakan atau terjadinya gangguan sistem syaraf.
  2. Faktor psikis
    Secara psikis (psychology) lebih diakibatkan anak kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang tua sehingga mengakibatkan jiwa anak mengalami kekosongan belaian kasih sayang dan sebagai kompensasi dari kondisi anak tersebut anak mencoba mencari penguasaan diri melalui objek lain atau tindakan lain untuk menggantikannya.
  3. Faktor lingkungan
    Aspek rangsangan yang muncul dari lingkungan anak adanya yang menggoda dan menarik perhatiannya, anak akan terangsang menjelajah ke segenap aspek yang merangsang perhatiannya sehingga perhatiannya sulit bertahan pada satu aspek perhatian dan mudah teralihkan.
  4. Faktor emosional
    Emosi anak hiperaktif  cenderung tidak stabil sulit berkonsentrasi dan berpikir logis sehingga anak hiperaktif tidak mampu memotivasi dirinya untuk tetap fokus pada aktivitasnya serta tidak mampu membina hubungan yang harmonis dengan lingkungan ia berada.

Faktor lain penyebab anak hiperaktif

Adapun faktor lainnya yang menyebabkan anak mengalami gangguan hiperaktif, antara lain:

  • Temperamen bawaan
  • Multifungsi otak
  • Epilepsi
  • Gangguan di kepala seperti gegar otak
  • Trauma di kepala karena persalinan sulit atau pernah mengalami benturan di kepala
  • Keracunan
  • Gizi buruk
  • Alergi makanan
  • Minuman beralkohol yang dikonsumsi ibu pada waktu hamil

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi

Perhatian:
1. Silakan gunakan akun Facebook jika ingin berkomentar.
2. Isi komentar adalah tanggung jawab dari penulis komentar.
3. Komentar tidak pantas akan dihapus tanpa pemberitahuan.
4. Punya pertanyaan pribadi? Kontak kami di Hubungi Kami.
5. Info mengenai privasi Anda, baca Kebijakan Privasi dan Cookie.