--> Skip to main content

Fungsi Kepemimpinan

Dalam kehidupan organisasi, setiap pemimpin akan selalu mempunyai peranan yang sangat penting bahkan menentukan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Walaupun pada sisi lain harus diakui pula bahwa seorang pemimpin  secara individu  tidak mungkin mampu bekerja sendiri dalam mencapai tujuan organisasi yang dipimpinnya. Seorang pemimpin akan selalu membutuhkan peran serta orang lain atau orang-orang yang dipimpinnya dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.

Fungsi Kepemimpinan

Untuk mendapat dukungan/bantuan yang maksimal dari orang-orang yang dipimpinnya, maka setiap pemimpin harus dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan atau fungsi yang harus lakukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin jalannya organisasi, menurut pendapat Kartini Kartono (2003:53) adalah meliputi:

  1. Memprakarsai struktur organisasi;
  2. Menjaga adanya koordinasi dan integritas organisasi, supaya semuanya   beroperasi secara efektif;
  3. Merumuskan tujuan institusional atau organisasional, dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien untuk mencapai tujuan tersebut;
  4. Menengahi pertentangan dan konflik-konflik yang  muncul, dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang;
  5. Mengadakan revisi, perubahan, inovasi ,pengembangan dan penyempurnaan organisasi.

Adapun Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA. (1999:47) mengemukakan fungsi -fungsi kepemimpinan sebagai berikut:

  1. Pemimpin selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan ;
  2. Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi ;
  3. Pemimpin selaku komunikator yang efektif;
  4. Mediator yang andal. Khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama dalam menangani situasi konflik ;
  5. Pemimpin selaku integrator yang efektif, rasional, objektif dan netral.

Adapun menurut M. Karjadi (YW Sunindhia dan Dra. Ninik Widiyanti, 1993:181-185) mengemukakan fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi Perencanaan
    -    Perencanaan berarti secara terus menerus melihat ke depan menyusun di muka hal-hal  yang perlu disampaikan kepada yang sekecil  kecilnya dan menentukan garis-garis kebijaksanaan.
    -    Perencanaan adalah pemikiran, mempelajari atau menganalisa situasi – situasi dalam pekerjaan, serta memutuskan apa yang harus dilakukan.
    -    Perencanaan berarti bahwa seseorang harus memproyektir atau menempatkan diri sendiri ke dalam situasi-situasi pekerjaan.
  2. Fungsi memandang ke depan
    Dari  hari  senantiasa  memandang ke depan seorang pemimpin harus memiliki pemikiran dan penglihatan yang mampu meneropong apa yang akan  terjadi adalah merupakan  hal yang penting, apabila seseorang pemimpin hendak membawa para pengikut atau anak buahnya ke arah yang dituju. Senantiasa memandang ke muka berarti selalu waspada terhadap segala kemungkinan.
  3. Fungsi Pengembangan Loyalitas
    Seorang pemimpin harus mampu menciptakan rasa cinta, rasa hormat dan kepercayaan terhadap organisasi,kelompok dan pimpinan serta tugas dan pekerjaan. Dengan timbulnya rasa cinta dan hormat inilah akan tetap setia kepada segala-galanya.
  4. Fungsi Pengawasan terhadap Rencana
    Pemimpin bertanggung jawab dan karena itu ia mengarahkan kegiatan-kegiatan berencana di antara para pembantu dan anak buahnya. Mereka harus diberi tahu semua rencana sampai hal yang sekecil-kecilnya, apa yang akan dilakukan, siapa yang melakukannya, di mana akan dilaksanakan dan kapan kegiatan-kegiatan itu dilangsungkan.
  5. Fungsi Mengambil Keputusan
    Suatu kemampuan atau kecakapan pemimpin apabila mengambil keputusan.
  6. Fungsi memberi anugerah
    Sebagai pemimpin harus bersikap penuh perhatian atau penuh atensi terhadap anak buahnya yang rajin dan giat bekerja ,menunjukkan prestasi yang baik serta banyak memberikan sumbangan kepada organisasi.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi kepemimpinan  adalah fungsi seorang pemimpin dalam memimpin organisasi, agar orang-orang yang dipimpinnya mau atau suka membantu dalam melaksanakan tugasnya. Karena seorang pemimpin itu mempunyai keterbatasan, sehingga tidak mungkin semua pekerjaan harus dilakukan seorang diri.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Siagian, Sondang P. 1990. Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung. 
Gambar:
Dokumen pribadi