--> Skip to main content

Penalaran Deduktif

Deduksi merupakan suatu proses berpikir yang bertolak dari suatu proposisi yang ada menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Proposisi umum dan suatu proposisi yang bersifat mengidentifikasi suatu peristiwa  khusus yang berkaitan dengan proposisi umum tadi. Singkatnya, penalaran deduktif bergerak dari fenomena yang bersifat umum ke suatu fenomena yang khusus. Jadi merupakan kebalikan dari penalaran induktif.

Penalaran Deduktif

Corak penalaran deduktif dapat berupa silogisme dan entimen. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk mencapai kesimpulan. Kedua proposisi yang berlainan itu disebut premis dan kesimpulannya disebut konklusi (K). Proposisi yang dianggap benar bagi semua anggota kelas tersebut disebut premis mayor (My), sedangkan proposisi yang mengidentifikasi pada fenomena khusus sebagai anggota dari kelas tadi disebut premis minor (Mn).

Contoh:

My: Semua mahasiswa wajib mengikuti kegiatan perkuliahan.
Mn: Lo Siaw adalah seorang mahasiswa.
K: Lo Siaw wajib mengikuti kegiatan perkuliahan.

Silogisme dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya silogisme kategorik. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang silogisme kategorik.

Silogisme kategorik merupakan salah satu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi. Kategori dengan susunan sedemikian rupa sehingga muncul tiga pernyataan dalam rangkaian pernyataan itu.

Contoh:

My: Semua manusia memiliki kemampuan terbatas.
Mn: Trigonal adalah seorang manusia.
K: Trigonal memiliki kemampuan terbatas.

Keabsahan suatu silogisme tergantung pada kelogisannya, sedangkan kebenaran bergantung kepada fakta-fakta yang mendukung premis-premisnya. Dengan demikian, sebuah silogisme dapat juga dianggap sahih, sekalipun premisnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Silogisme semacam itu disebut silogisme hipotetik.

Untuk menjamin kesahihan suatu silogisme harus mengikuti kaidah-kaidah di bawah ini:

  • Silogisme harus mengandung tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan konklusi.
  • Dalam ketiga proposisi harus mengandung tiga pernyataan yaitu pernyataan mayor, tengah, dan minor.
  • Dari dua premis negatif tidak dapat ditarik kesimpulan, demikian pula dari premis partikular.

Entimen

Entimen adalah silogisme yang dihilangkan salah satu proposisinya, tetapi sekalipun dihilangkan namun proposisinya itu tetap dianggap ada dan diketahui oleh orang lain.

Contoh:

Titi mendapatkan beasiswa karena IP-nya di atas 3.

Entimen di atas dapat dikembalikan ke dalam bentuk silogisme di bawah ini:

My: Setiap mahasiswa yang IP-nya di atas 3 mendapat beasiswa.
Mn: Titi IP-nya di atas 3.
K: Titi mendapat beasiswa.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi