--> Skip to main content

Penanganan Siswa Hiperaktif oleh Guru

Anak hiperaktif bukan hanya memerlukan penanganan dari orang tua tetapi guru pun memiliki tanggung jawab yang tidak kalah besar. Berikut ini beberapa tips penanganan siswa hiperaktif oleh guru.

Penanganan Siswa Hiperaktif oleh Guru

Memberikan perhatian lebih

Guru di sekolah harus bersikap lebih sabar, lebih perhatian, dan lebih telaten lagi dalam membimbing anak yang hiperaktif, terutama membimbing pada saat kegiatan belajar mengajar di kelas berlangsung. Anak hiperaktif cenderung lebih senang dan tidak bisa diam dan lebih menyukai melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian teman-teman dan gurunya. Bahkan ketika didekati guru atau teman-temannya, ia malah melakukan kegiatan yang menantang bagi dirinya. Anak yang hiperaktif kurang berminat dalam mengikuti pelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tetapi dia menyukai kegiatan-kegiatan baru yang belum pernah dilakukan oleh teman-teman sekelasnya.

Melakukan pendekatan lebih intens

Melakukan pendekatan pada waktu di dalam dan di luar kelas, karena anak hiperaktif membutuhkan perhatian yang lebih. Misalnya ketika dalam kegiatan pembelajaran berlangsung, anak sudah mulai tidak bisa diam, guru dapat memosisikan anak itu dekat dengan guru dan usahakan tangan atau sebagian anggota badannya dipegang dengan lembut oleh guru, sehingga keinginannya untuk mengalihkan perhatian tertunda sementara. Tetapi pada saat memegang anggota badannya tersebut jangan sampai memancing perhatian teman-temannya, agar tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. Oleh karena itu usahakan agar anak selalu berada di dekat guru.

Membangun kepercayaan diri

Pada saat membimbing proses belajar-mengajar, guru hendaknya mempergunakan teknik penguatan, yaitu menghargai setiap usaha dan keberhasilan yang dicapai anak. Yang perlu diperhatikan adalah menciptakan situasi yang menyebabkan anak merasa sukses, misalnya memberikan tugas-tugas yang mungkin dapat diselesaikan anak dengan mudah. Dengan cara tersebut anak akan senang mengerjakan pekerjaan itu sehingga dia tidak segera mengalihkan perhatiannya pada kegiatan yang lain.

Bekerjasama dengan tenaga medis

Kerjasama dengan dokter atau tim medis lainnya, terutama untuk anak yang mempunyai taraf hiperaktif yang disebabkan faktor psikologis, karena anak tersebut memerlukan pengobatan secara medis. Guru perlu menyesuaikan jadwal kegiatan untuk anak tersebut dengan usaha pertolongan medis yang mereka butuhkan.

Fasilitas yang mendukung

Guru harus menyediakan fasilitas atau alat belajar yang menarik perhatian bagi anak yang hiperaktif, ruangan yang kelihatan bersih, tembok dihiasi gambar atau cat dengan warna dapat memberikan suasana tenang.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi