--> Skip to main content

Ini yang Harus Dilakukan Van Gaal Jika Tidak Ingin Dianggap Gagal di MU

Louis van Gaal tengah berada di masa sulit di Manchester United. Sebagai seorang manajer yang telah meraih sukses di berbagai penjuru Eropa, ini tentu bukanlah hal yang baik, apalagi dia berencana untuk pensiun setelah menukangi MU. Jika tidak ingin dicap gagal dan menghancurkan Manchester United, inilah yang harus dilakukan Van Gaal.

Ini yang Harus Dilakukan Van Gaal Jika Tidak Ingin Dianggap Gagal di MU

Di tahun keduanya menukangi MU, sepertinya Van Gaal akan kembali menggiring MU ke tahun tanpa gelar. Ini tidaklah bagus untuk masa depan MU, jadi apa yang harus dilakukan? LVG harus mulai membangun "Class of 92" versi dirinya sendiri atau paling tidak menyiapkan jajaran pemain muda yang nantinya akan bisa menjadi tumpuan di masa depan.

Memang bisa dibilang tidak mungkin untuk membuat skuat yang lebih hebat dari "Class of 92", tapi paling tidak, dengan komposisi pemain muda yang ada di MU saat ini, tim muda yang bisa diandalkan tidaklah hanya impian.

Cameron Borthwick-Jackson, Paddy McNair, Phil Jones, Guillermo Varela, dan mungkin Tyler Blackett memiliki potensi untuk menjadi benteng pertahanan yang kokoh di masa depan. Yang paling bersinar tentu saja Luke Shaw, tetapi cedera patah kaki membuatnya tidak bisa merumput di sisa musim ini.

Sedangkan di lini tengah dan depan, Manchester United memiliki James Wilson, Andreas Pereira, Memphis Depay, Adnan Januzaj, Jesse Lingard, dan Anthony Martial.

“Mereka telah beradaptasi dengan sangat baik di Liga yang sulit ini, seperti yang telah ditunjukkan oleh Cameron Borthwick-Jackson, yang menyatu dengan tim dalam waktu singkat. Anda bisa melihat di lapangan bagaimana kepercayaan dirinya semakin berkembang.”

Keyakinan kepada para pemain muda itu pun ditunjukkan oleh LVG, dengan beberapa kali memainkan para pemain mudanya tersebut di laga-laga penting. Tapi sepertinya, kepercayaannya kepada pemain muda ini disebabkan oleh cederanya para pemain inti bukan karena strategi, meskipun tidak mutlak.

Jadi jika LVG ingin meninggal sejarah yang indah di MU, setidaknya dia harus mengembangkan bakat-bakat MU dengan lebih baik. Jika ia tidak melakukannya, maka ia akan menjadi salah satu sejarah kelam bagi Manchester United.

Bang Fuji sendiri tidak masalah jika MU tidak mendapatkan piala selama dipegang LVG, karena komposisi pemain yang ada, bisa dibilang, tidak akan mampu untuk bersaing dengan konsisten di kompetisi yang diikuti. Terlepas dari buruknya motivasi yang diberikan oleh staf pelatih kepada para pemain, para pemain pun seperti tidak ada gairah untuk membuat para fans melolong kegirangan dengan permainan cantik mereka.

Semoga sejarah kembali berulang, tangan dingin LVG bisa menyulap pemain muda MU menjadi pemain kelas dunia yang ditakuti, seperti yang telah dilakukannya di Ajax, Barcelona, dan Bayern Munich. Akankah penerus Xavi, Andres Iniesta, dan Thomas Muller lahir di MU? Semoga saja.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
wikimedia.org