Skip to main content

Cerita Sebuah Pena

Puisi ini berjudul Cerita Sebuah Pena mengisahkan tentang kehidupan sebuah pena yang diambil dari sudut pandang si pena itu sendiri.

Puisi ini dibuat pada tanggal 5 Desember 2014 di Ciamis.

Jika Anda menyukai puisi ini, jangan sungkan untuk membagikannya di media sosial favorit Anda, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan sebagainya.

Silakan simak puisinya di bawah ini:

Aku hanya benda yang tak lagi berarti
Teronggok kaku di balik buku lusuh
Berdebu dan mengering …
Tak tersentuh

<

Dulu,
Setiap detik berlalu karena menggenggamku
Ku ukir cerita indah sebuah negeri
Ku ciptakan jalinan asmara dua sejoli
Tanpa terbata, aku yang berkata dengan pasti

Semua tak lagi sama
Mentari itu semakin meredup
Mengkhianati semua yang telah kulakukan
Merenggut kejayaan yang dulu kudapatkan

Tapi …
Setidaknya aku masih bisa menguntai senyum rentamu
Mengais serpisahan sisa waktuku
Yang kuyakin, tidak akan lama lagi

Puisi ini adalah hasil karya Trigonal Media. Anda bebas menggunakan puisi ini untuk tujuan pendidikan atau informasi, tetapi harus menyertakan tautan/rujukan ke situs web ini.

Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.