--> Skip to main content

Fakta dari hilangnya pesawat Air Asia QZ8501

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanda-tanda pesawat Air Asia ditemukan, tetapi berikut Trigonal Media berikan beberapa fakta mengenai hilangnya pesawat Air Asia QZ8501.

AirAsia Airbus A320

Pesawat Air Asia QZ8501 dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura dinyatakan hilang pada tanggal 28 Desember 2014. Hal ini menjadi pukulan telak bagi industri penerbangan, terutama Indonesia. Silakan simak fakta-fakta hilangnya pesawat ini untuk menambah pengetahuan Anda.

  • Pukul 05.36 WIB, pesawat berangkat dari Surabaya.
  • Pukul 06.17 WIB, Air Traffic Center (ATC) kehilangan kontak dengan pesawat.
  • Pukul 06.17 WIB, pesawat hilang dari radar.
  • Pesawat ini diawaki oleh IRIYANTO (pilot), REMI EMMANUEL PLESEL (kopilot), WANTI SETIAWATI (pramugari senior), KHAIRUNISA HAIDAR FAUZI (pramugari), OSCAR DESANO (pramugara), WISMOYO ARI PRAMBUDI (pramugari), dan SAIFUL RAKHMAD (teknisi).
  • Penumpang pesawat berjumlah 155 orang, dengan rincian 138 orang dewasa, 16 anak, dan 1 bayi.
  • Penumpang terdiri dari 149 WNI, 3 warga negara Korea Selatan, 1 warga negara Singapura, 1 warga negara Inggris, dan 1 warga negara Malaysia.
  • Sebelum hilang kontak, pesawat sempat meminta izin kepada menara Air Traffic Center (ATC) di Jakarta untuk bergeser ke sebelah kiri dan naik ke ketinggian 38 ribu kaki. Namun, petugas menara kontrol (ATC) hanya mengizinkan untuk menyimpang ke kiri dan belum mengizinkan untuk naik, karena di atas Air Asia terdapat pesawat Garuda Indonesia dan 5 pesawat lainnya.
  • Pesawat Air Asia QZ8501 berjenis Airbus A320-200.
  • Pesawat itu terakhir menjalani perawatan pada tanggal 16 November 2014.
  • Terdapat awan Cumulonimbus 48 ribu kaki radius 10 km dari lokasi AircAsia hilang.
  • Satu keluarga asal Malang ikut menjadi penumpang, yaitu Gusti Made Bobbi Sidharta (43), Donna Indah Nurwatie (39), anak Gusti Ayu Putriyana (16), Gusti Ayumade Keisah (9).
  • Terdapat 26 calon penumpang yang tidak jadi berangkat, terdiri dari 11 laki-laki, 8 perempuan, 4 anak-anak, dan 3 bayi.
  • Pada peristiwa ini, Air Asia pertama kali mengalami kecelakaan.
  • CEO AirAsia Tony Fernandes langsung terbang ke Surabaya setelah diketahui QZ8501 menghilang.

 

Hikmah Berita

Kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501, kembali menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi buatan manusia, terkadang tidak bisa dimaksimalkan. Pesawat besar yang dibekali dengan alat pendeteksian canggih dan dipantau oleh banyak radar yang tak kalah canggih, ternyata bisa menghilang dalam sekejap. Ini jelas merupakan urgensi bagi pihak penerbangan untuk meng-upgrade sistem pelacakan mereka menjadi lebih canggih lagi.

 

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengutip artikel ini, mohon sertakan tautan hidup ke situs web atau halaman ini. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. news.detik.com. AirAsia Hilang Kontak. Diakses pada tanggal: 30/12/2014
2. Terence Ong. Thai AirAsia Airbus A320-200, HS-ABA, SIN 2. Diakses pada tanggal: 30/12/2014