--> Skip to main content

Upaya Penanganan Anak Hiperaktif

Upaya penanganan anak hiperaktif memang harus dilakukan dengan hati-hati dan terencana. Anak hiperaktif memiliki perasaan yang lebih peka dan meledak-ledak, maka utamakanlah memberikan pengertian dengan lebih halus.

Upaya Penanganan Anak Hiperaktif

Tips untuk menangani anak hiperaktif

Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu diketahui bagi semua orang tua atau guru dalam menangani anak hiperaktif:

Disiplin akan membuat anak bisa mengatur dirinya dengan baik. Melatih anak untuk disiplin bukanlah disiplin yang terlalu keras dan terlalu mengatur tapi di sini anak dilatih untuk mengatur dan membentuk lingkungan anak, yaitu dengan memberikan kebiasaan-kebiasaan rutin melalui latihan yang ditanamkan orang tua secara tekun di rumah. Sebagai contoh, mengatur waktu untuk bangun tidur, saat makan, saat membuat PR, menonton televisi, dan sebagainya. Disiplin digunakan kepada anak guna membangun kebiasaan hidup yang lebih tertib dan teratur.

2. Jangan menghukum anak hiperaktif berlebihan

Perilaku menghukum anak bukanlah kebiasaan baik untuk orang tua dalam mendidik anak, karena dengan sikap yang cenderung untuk menghukum anak secara berlebihan, baik itu secara verbal maupun non-verbal akan mempengaruhi faktor psikologi anak. Contohnya, apabila anak mengotori kamarnya maka hukumlah dia dengan disuruh untuk menghapalkan sebuah cerita, yang jika anak tidak mau atau tidak bisa dia tidak boleh menonton acara kesayangannya selama seminggu.

3. Jangan menganggap anak hiperaktif sebagai anak nakal, malas, atau bodoh

Pemberian label kepada anak sebagai anak nakal, malas atau bodoh juga bukanlah sikap yang baik dalam mendidik anak. Bila hal tersebut berlarut-larut dilakukan maka permasalahan yang dihadapi oleh anak akan sangat kompleks. Karena akhirnya anak akan bersikap seperti yang dilabelkan kepadanya.

4. Memberi kasih sayang yang cukup

Hal yang paling penting diperhatikan oleh orang tua yang mengalami permasalahan anak hiperaktif yaitu orang tua harus lebih memperhatikan dan memberikan kasih sayang tapi bukan berarti memanjakannya, orang tua harus memahami dan mengetahui semua kebutuhan anak.

Terapi-terapi untuk anak hiperaktif

Selain beberapa tips di atas, orang tua bisa juga melakukan terapi-terapi berikut ini di rumah:

  1. Terapi perilaku
    Pada terapi ini anak diajarkan perilaku mana yang baik dan tidak baik, yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan misalnya mengajarkan komunikasi yang baik pada teman.
  2. Terapi terarah
    Terapi ini diberikan untuk memberikan pengontrolan dan pengarahan anak pada kegiatan-kegiatan yang positif. Misalnya ketika anak menampilkan perilaku yang kurang terarah seperti berlari-lari di kelas atau melompat-lompat maka ajaklah anak untuk melakukan kegiatan lain yang cukup bisa membuatnya lebih tenang.
  3. Terapi kesibukan
    Fungsi otak yang terganggu harus dilatih dengan terapi kesibukan. Misalnya dengan berolahraga yang membutuhkan tenaga banyak dan berkonsentrasi yang tinggi akan sangat membantu anak. Selain itu juga dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan yang membutuhkan konsentrasi seperti menyusun bangun ruang, merangkai manik-manik, dan sebagainya.


Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan baca buku atau sumber informasi yang ada di bagian referensi. Terima kasih.

Anda ingin berkomentar? punya pertanyaan? atau ingin memberikan kritik dan saran?
Sampaikan semuanya di: Hubungi Kami

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi