--> Skip to main content

Pentingnya Bermain dengan Teman Sebaya bagi Perkembangan Perilaku Anak

Salah satu cara untuk mengembangkan perilaku anak yang baik adalah dengan bermain dengan teman sebayanya. Terlihat sangat sederhana tapi sangat penting bagi masa depannya. Berikut Trigonal Media berikan penjelasan singkatnya.

Pentingnya Bermain dengan Teman Sebaya bagi Perkembangan Perilaku Anak

Dahulu, teman sebaya merupakan sebuah kelompok sosial yang memiliki kesamaan tingkat sosial atau kesamaan ciri-ciri, seperti usia (Hetherington & Parke, 1981). Akan tetapi, lambat laun definisi tersebut mulai bergeser, sehingga pengertian teman sebaya adalah sebagai berikut:

Teman sebaya adalah semua orang yang memiliki kesamaan tingkah laku atau psikologis. (Lewis & Rosenblum, 1975)

Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli berhasil membuktikan, bahwa hubungan sosial dengan teman sebaya berperan sangat penting terhadap perkembangan emosi dan perilaku anak.

Berikut ini adalah beberapa fungsi bermain dengan teman sebaya bagi perkembangan kepribadian anak:

  1. Anak mengetahui bahwa terdapat lingkungan lain di luar lingkungan keluarganya
    Mengenalkan anak terhadap lingkungan sosial di sekitarnya akan membantunya untuk bisa bersosialisasi dengan baik di kemudian hari.
  2. Anak bisa membandingkan perbedaan lingkungan keluarganya dengan lingkungan lain di luar itu
    Si anak akan memiliki rasa empati dan percaya diri, terutama jika mengetahui lingkungan keluarganya lebih kondusif dibandingkan dengan lingkungan lainnya. Hanya saja perlu diingat, jika si anak berada dalam lingkungan keluarga yang tidak ideal dan lingkungan keluarga teman sebayanya sangat nyaman, maka kemungkinan besar sia anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri.
  3. Anak bisa mengukur kemampuannya jika dibandingkan dengan teman sebayanya
    Tanpa adanya tolak ukur, maka si anak tidak akan mengetahui apakah kemampuan yang dimilikinya sudah baik atau belum.
  4. Anak bisa mendapatkan kemampuan baru yang didapatkan dari teman sebayanya
    Hal ini patut diwaspadai, untuk itu awasi dan usahakan agar kemampuan yang didapat anak merupakan sebuah kemampuan yang baik dan positif.

Menurut Hetherington & Parke,

proses pembandingan diri ini adalah dasar bagi pembentukan rasa harga diri dan gambaran diri anak.

Isolasi sosial

Isolasi sosial adalah ketidakmampuan untuk melebur ke dalam suatu jaringan sosial.

Menurut Santrock (1995), apabila seorang anak mengalami masalah isolasi sosial, maka anak tersebut kemungkinan besar akan mengalami masalah tingkat percaya diri yang rendah, tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, mudah depresi, gembira berlebihan jika mendapatkan prestasi, sering menyendiri, dan manajemen emosi yang buruk.


Itulah penjelasan mengenai peran bermain dengan teman sebaya terhadap perkembangan anak yang berhasil Trigonal Media rangkumkan.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Mohon konsultasikan dengan tenaga ahli sebelum menggunakan informasi dari artikel ini. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat dari pemakaian informasi ini. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Trigonal Media sekeluarga. Terima kasih.

Anda ingin berkomentar? punya pertanyaan? atau ingin memberikan kritik dan saran?
Sampaikan semuanya di: Hubungi Kami

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
Dokumen pribadi