--> Skip to main content

Pengertian Hasil Belajar

Pengertian hasil belajar menurut Jenkins dan Unwin (Uno, 2010) adalah hasil belajar merupakan pengalaman-pengalaman belajar yang diperoleh siswa dalam bentuk kemampuan-kemampuan tertentu. Untuk lebih jelasnya, silakan simak beberapa definisi hasil belajar lainnya berikut ini.

1. Munawar

Hasil belajar merupakan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hasil belajar dikatakan baik apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi (Munawar, 2009).

2. Gange

Menurut Gange, belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman (Dahar, 1989).

3. Uno

Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif dan permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu (Uno, 2010).


Menurut Arikunto (2007), terdapat tiga macam tingkah laku yang dikenal umum dan merupakan domain utama dalam hasil belajar, yaitu:

  1. Ranah Kognitif,  yaitu  hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
  2. Ranah Afektif, yaitu meliputi sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
  3. Ranah Psikomotor yang meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuskuler (menghubungkan, mengamati).

Menurut Munawar (2009), terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. Faktor-faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

  1. Faktor internal
    Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor internal tersebut meliputi fisik dan psikis. Kondisi fisik yang sehat dan segar sangat mempengaruhi keberhasilan belajar. Kondisi fisik ini perlu diperhatikan, misalnya asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan, olahraga teratur serta cukup tidur.
    Selain jasmani, faktor psikologis juga dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. Hal ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental. Faktor psikologis ini meliputi hal-hal, seperti intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar seseorang, kemauan yang dapat dikatakan sebagai faktor utama penentu keberhasilan belajar, bakat yang menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang.
  2. Faktor Eksternal
    Faktor eksternal terutama berasal dari lingkungan keluarga. Suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian orang tua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya maka akan mempengaruhi keberhasilan belajarnya. Selain itu, lingkungan sekolah yang mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, pelajaran, waktu sekolah, tata tertib atau disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten dapat juga mempengaruhi hasil belajar siswa.

Menurut Andreson (2007), saat memilih jenis kegiatan belajar, maka harus digunakan pemikiran serius untuk jenis kegiatan yang akan membantu mengingat, mempertahankan, dan mengembangkan hasilnya.

Berdasarkan Piramida Pengalaman Edgar Dale, kemampuan mengingat seseorang akan sangat baik ketika mereka memilih mengingat dengan melakukan kegiatan aktif. Ketika kegiatan itu berupa mengatakan dan menulis, kemampuan mengingat seseorang akan mencapai keberhasilan 70%. Lebih dari itu, ketika hal yang harus diingat itu dilakukan maka kemampuan mengingat seseorang akan meningkat hingga mencapai keberhasilan 90%. Sejalan dengan hal tersebut, pada jenis kegiatan yang sama seseorang juga akan mampu menganalisis, mendefinisikan, membuat, serta mengevaluasi.

Sementara itu, dalam piramida pengalaman Edgar Dale juga menunjukkan hasil yang lebih rendah pada jenis kegiatan yang pasif, baik dalam kemampuan mengingat maupun hal yang dapat dilakukan setelah pengalaman itu didapatkan.

Andreson (2007) juga menambahkan, belajar aktif  akan mencakup kegiatan-kegiatan yang mengenakan otak kita dan kapasitas untuk mengingat apa yang kita alami. Belajar pasif akan mencakup kegiatan-kegiatan yang orang masih bisa belajar dari, tetapi umumnya tidak seefektif belajar aktif.

Menurut piramida pengalaman Edgar Dale, media dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat mempengaruhi penguasaan materi. Semakin aktif peserta didik dalam proses pembelajaran, semakin baik penguasaan siswa terhadap materi (Legowo, 2008).

Sedangkan menurut Trigonal Media,

hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah melakukan kegiatan belajar.

Itulah penjelasan mengenai pengertian hasil belajar yang berhasil Trigonal Media rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Trigonal Media sekeluarga. Terima kasih.

Anda ingin berkomentar? punya pertanyaan? atau ingin memberikan kritik dan saran?
Sampaikan semuanya di: Hubungi Kami

REFERENSI
Artikel:
1. Uno. 2010. Teori Motivasi & Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
2. Dahar, Ratna W. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga
3. Arikunto. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
3. Berbagai sumber 
Gambar:
canva.com