Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

Pengertian motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Untuk lebih jelasnya, silakan simak beberapa definisi motivasi lainnya berikut ini.

1. Isbandi Rukminto Adi

Menurut Isbandi Rukminto Adi (Uno, 2010), motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut berbuat atau berbuat.

Motivasi ini tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah laku seseorang, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu (Uno, 2010).

2. McDonald

Menurut McDonald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (Sutikno, 2007).

3. Herriegel dan Slocum

Menurut Herriegel dan Slocum (1979), motivasi merupakan proses psikologis yang dapat menjelaskan perilaku seseorang. Pada dasarnya, perilaku tersebut merupakan orientasi terhadap suatu tujuan. Dengan kata lain, perilaku seseorang dirancang untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan, proses motivasi dilalui dengan adanya interaksi beberapa unsur, seperti: keinginan yang hendak dipenuhi, tingkah laku, tujuan, dan umpan balik.

Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Siswa yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan dapat melakukan aktivitas belajar.

Menurut Uno (2010), motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor eksternal motivasi belajar ini dapat berupa penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. 

Faktor eksternal tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan motivasi siswa. Lingkungan belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik dapat mengarah pada perancangan pembelajaran yang sesuai yang dapat dilakukan guru. Salah satu pembelajaran yang menarik saat ini adalah pembelajaran berbasis multimedia yang di dalamnya tentu terkandung pembelajaran menggunakan komputer.

Baker (2007) menyebutkan bahwa pengukuran motivasi yang sesuai untuk computer-based training yaitu desain ARCS yang dirancang oleh John Keller. Pada desain tersebut, John Keller mendeskripsikan minat belajar dan motivasi belajar siswa melalui empat komponen utama, yaitu: Attention (Atensi atau Perhatian), Relenvance (Relevansi atau Kesesuaian), Confidence (Kepercayaan Diri), dan Satisfaction (Kepuasan). Keempat komponen utama ini kemudian menjadi nama model tersebut, yaitu: ARCS (Attention, Relenvance, Confidence, Satisfaction). Keempat kategori ini memberikan dasar untuk menggabungkan berbagai konsep, teori, strategi, dan taktik yang berkaitan dengan motivasi belajar (Keller, 2004).

  1. Komponen pertama, yaitu attention atau perhatian, digunakan untuk memeriksa peningkatan perhatian siswa.
  2. Komponen kedua, yaitu relevance atau relevansi, terkait pemeriksaan evaluasi siswa yang relevan terhadap lingkungan dan kebutuhan siswa.
  3. Komponen ketiga, yaitu confidence atau kepercayaan diri, terkait dengan ekspektasi siswa mengenai kesuksesan belajar yang ditunjukkan untuk dikorelasikan dengan upaya sesungguhnya dan kinerja siswa.
  4. Komponen terakhir, yaitu satisfaction atau kepuasan, terkait dengan kepuasan siswa dalam umpan balik yang terkandung dalam pembelajaran (Baker, 2007).


Sedangkan menurut Trigonal Media, motivasi adalah keinginan kuat yang berasal dari diri seseorang untuk melakukan melakukan sesuatu dan mencapai tujuan tertentu.

Itulah penjelasan mengenai arti motivasi yang berhasil Trigonal Media rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Trigonal Media sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. Uno. 2010. Teori Motivasi & Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
2. Berbagai sumber 
Gambar:
canva.com

Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Komentar

Tambah Komentar

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed