--> Skip to main content

11 Alasan Mengapa Kita Sering Lapar (dan Cara Mengatasinya)

Lapar adalah perasaan yang manusia dan tercipta untuk membuat manusia mencukupi kebutuhan nutrisinya. Tapi bagaimana jika kita sering merasa lapar? Bahkan terkadang kita merasa lapar tepat setelah makan. Simak penjelasan Trigonal Media berikut ini.

11 Alasan Mengapa Kita Sering Lapar dan Cara Mengatasinya

Kita semua memiliki hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Leptin terbuat dari sel lemak yang bisa menurunkan keinginan untuk mengunyah makanan. Sedangkan ghrelin merupakan hormon yang diproduksi di dalam perut dan bertugas untuk meningkatkan rasa lapar. Kadar ghrelin akan semakin tinggi jika kita belum makan dan kemudian memberikan sinyal kepada otak bahwa kita lapar.

Secara teori, rasa lapar tidak akan sering menyerang mereka yang memiliki berat badan berlebih, karena leptin memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh memiliki lemak yang cukup. Dengan kata lain, semakin banyak lemak yang kita miliki, maka semakin banyak leptin yang kita buat, sehingga semakin sedikit makanan yang ingin kita makan.

Sebaliknya, orang yang berbadan kurus memiliki leptin yang jauh lebih sedikit, sehingga tentu saja mereka akan lebih sering merasa lapar.

Tetapi itu semua hanya teori, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang kegemukan semakin tahan terhadap pengaruh leptin, yang dikenal dengan resistensi leptin (leptin resistance). Oleh sebab itulah, nafsu makan tidak akan hilang dengan mudah dan akan lebih sering muncul. Keadaan ini semakin buruk seiring dengan bertambahnya berat badan, porsi makan yang kian banyak, dan lain sebagainya.

Jadi mari kita lihat beberapa alasan mengapa kita sering merasa lapar di bawah ini:

1. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat

Nasi dan roti merupakan sumber karbohidrat yang paling populer dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tetapi ternyata, sebagian besar beras dan roti yang beredar di pasaran, tidak terlalu baik untuk kesehatan.

Beras berwarna putih telah melewati serangkaian proses yang pada akhirnya mengikis kulitnya yang kaya akan serat. Ketika dikonsumsi, beras tersebut akan cepat berubah menjadi gula dan kemudian dilepaskan ke sistem peredaran darah. Gula darah tersebut kemudian dibersihkan dengan segera oleh hormon insulin.

Nah di sinilah rasa lapar itu berawal. Hilangnya gula dalam darah tersebut, memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh memerlukan gula, dan kemudian kita kembali merasakan lapar.

Cara untuk mengatasi hal ini adalah mengganti beras dan roti yang kita konsumsi dengan sumber karbohidrat kompleks, yang tidak mudah dicerna oleh tubuh, seperti nasi merah, roti gandum utuh, kentang, dan lain sebagainya.

2. Kurang mengonsumsi protein

Protein memiliki komponen nutrisi yang kompleks sehingga tubuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk memprosesnya. Jadi, makanan dengan banyak kandungan protein akan membuat kita tidak cepat lapar.

Ikan dan telur adalah pilihan yang tepat untuk mengawali hari kita.

3. Kurang makanan berlemak

Penelitian membuktikan bahwa lemak sangat baik untuk mengurangi rasa lapar. Sama seperti protein, lemak memiliki komponen nutrisi yang kompleks.

Tetapi tentu saja, jumlah dan jenis lemaknya harus diperhatikan. Makanan berlemak yang bisa serta baik untuk kita konsumsi sehari-hari adalah buah avokad.

4. Kurang makanan berserat

Serat sangat baik untuk kesehatan pencernaan kita dan juga semakin banyak serat yang kita makan maka semakin lama pula kita merasa kenyang.

Sayur dan buah akan membuat makanan kita lebih berserat.

5. Terlalu banyak makan buah

Percaya atau tidak, nyatanya terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan akan membuat kita lebih cepat merasa lapar.

Buah-buah mengandung gula alami yang disebut fruktosa dan karena ia adalah gula, jadi jumlah konsumsinya harus dibatasi. Siklus jahatnya tidak akan terlalu jauh berbeda dengan karbohidrat.

6. Makan terlalu cepat

Sesibuk apapun, kita harus tetap mengunyah makanan dengan sempurna. Hal ini juga akan mengajarkan kepada tubuh dan otak bahwa kita sudah makan, yang pada akhirnya akan lebih lama menahan rasa lapar.

7. Kurang makan

Mengurangi porsi makan tidak selalu sehat, tetapi makan makanan dengan porsi dan kandungan gizi yang tepat akan lebih berguna bagi kita secara keseluruhan.

Sesuaikan jumlah asupan makanan kita dengan banyaknya kegiatan yang harus kita lalui.

8. Kurang tidur

Semakin kita kurang tidur, maka kemungkinan kita untuk merasa lapar akan semakin besar. Jadi, atur jadwal tidur, tidak boleh terlalu sedikit juga tidak boleh terlalu banyak.

9. Kurang minum

Cara dan jumlah makanan yang kita makan, bisa juga disebabkan karena otak salah memberikan respons bahwa kita sedang lapar, padahal bisa saja hanya kurang minum. Jadi sebelum memutuskan untuk makan, cobalah untuk minum terlebih dahulu, siapa tahu cara ini bisa efektif membunuh nafsu makan yang ada.

10. Otak makanan

Istilah “otak makanan” ini tepat untuk menggambarkan sebagian dari kita yang tidak bisa melepaskan pikirannya dari makanan. Tidak ada waktu yang terbuang, tanpa memikirkan makanan.

Bagi Anda yang mengalami hal ini, cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda kepada hal yang lain, misalnya pekerjaan rumah, bercengkerama dengan keluarga, dan lain sebagainya.

11. Penyakit

Jika cara-cara di atas tidak bisa mengurangi nafsu makan Anda, maka mungkin saja Anda mengalami penyakit pencernaan atau hormon. Silakan konsultasikan ke ahli kesehatan.

 

Semoga informasi dan tips kesehatan di atas bisa membantu Anda. Jika ada saran, kritik, atau pun koreksi jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Mohon konsultasikan dengan tenaga ahli sebelum menggunakan informasi dari artikel ini. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat dari pemakaian informasi ini. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
Berbagai sumber 
Gambar:
Buah Manggis berserakan di tanah