--> Skip to main content

Pertumbuhan Anak Terhambat Karena Dimakan Otak

Bagi kita mungkin pertumbuhan anak sangatlah cepat, tetapi menurut penelitian, perkembangan fisik anak sangatlah lambat bahkan cenderung stagnan jika dibandingkan dengan tumbuh kembang makhluk lain. Apa penyebabnya? Simak penjelasan Trigonal Media mengenai lambatnya pertumbuhan anak pra sekolah berikut ini.

anak

Dalam sebuah penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Christopher Kuzawa dari Universitas Northwestern, menemukan bahwa tubuh anak tidak cepat tumbuh besar karena otak mengambil hampir semua energinya. Sebenarnya otak anak berusia 5 tahun membakar lebih banyak glukosa dibandingkan dengan orang dewasa.

Selama bertahun-tahun para ahli melakukan penelitian untuk membuktikan teori bahwa otak menghambat pertumbuhan tubuh. “Kami membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui bagaimana membuktikan hal ini,” ujar Kuzawa.

Akhirnya mereka menggunakan teknik Penggambaran PET, yaitu sebuah metode untuk memperkirakan konsumsi energi otak. Teknik ini mengharuskan memasukkan pelacak ke dalam otak sehingga sangat berbahaya jika dilakukan kepada anak kecil. Oleh karena itu, para peneliti menggunakan data hasil pemindaian PET lama, yaitu 29 anak yang diduga mengalami kerusakan otak.

Peneliti menggabungkan hasil pengukuran konsumsi energi anak-anak tersebut dengan ukuran otak dan berat tubuh anak-anak lainnya. Penggabungan tersebut memungkinkan para peneliti untuk menghitung berapa banyak energi yang dibakar oleh satu gram jaringan otak, dan yang paling penting, apa korelasi hasil penelitian tersebut dengan ukuran tubuh.

Berikut adalah kesimpulan dari hasil penelitian Kuzawa:

Sekitar usia 4 tahun, otak menghabiskan energi sebanyak 43% dari seluruh energi yang digunakan tubuh. Para peneliti memperkirakan, hal inilah yang mungkin menyebabkan pertumbuhan tubuh tidak begitu cepat. Terbukti bahwa tingkat aktivitas anak usia prasekolah sedikit lebih rendah apabila dibandingkan dengan anak yang usianya lebih tua. Pengiriman energi ke otak ini berlangsung kurang lebih 6 bulan. Pola ini pada akhirnya akan berbalik ketika anak menginjak usia pubertas, anak laki-laki sekitar usia 12 atau 13 tahun serta anak perempuan sekitar usia 9 atau 10 tahun.

Menurut Kuzawa, hasil penelitian ini sangat penting bagi orang tua bahkan bagi dunia. Mengetahui secara tepat kapan otak membutuhkan energi yang banyak merupakan salah satu faktor penentu nasib dunia di masa yang akan datang.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Mohon konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli sebelum menggunakan tips dari artikel ini. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat dari pemakaian informasi ini. Terima kasih.

Anda ingin berkomentar? punya pertanyaan? atau ingin memberikan kritik dan saran?
Sampaikan semuanya di: Hubungi Kami

REFERENSI
Artikel:
1. Laura Sanders. A hungry brain slurps up a kid’s energy. Tautan: sciencenews.org. Diakses pada tanggal: 05/12/2014
2. Pnas.org. Metabolic costs and evolutionary implications of human brain development. Tautan: pnas.org. Diakses pada tanggal: 05/12/2014
Gambar:
pixabay.com