Reproduksi Vegetatif Pada Tumbuhan

Reproduksi Vegetatif Pada Tumbuhan

Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya.

A. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan yang terbentuknya individu atau tumbuhan baru tanpa adanya campur tangan manusia (Istamar, S. et al., 2006:54).

  1. Umbi batang: merupakan batang yang menggembung berisi cadangan makanan atau zat tepung. Pada kulit umbinya terdapat titik tumbuh tunas. Misalnya pada kentang, umbi jalar, talas, dan gadung.
  2. Akar tinggal (Rhizoma atau Rimpang): merupakan batang yang tumbuh menjalar di bawah atau di dalam tanah. Ciri-cirinya bentuk mirip akar tetapi berbuku-buku mirip batang, terdapat kuncup pada ujungnya, pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik, pada setiap ketiak sisik terdapat mata tunas. Misalnya pada jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.
  3. Umbi lapis: merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis yang memiliki batang , cakram dan siung sebagai bahan tunas baru. Misalnya pada bawang, bakung, dan tulip.
  4. Tunas: merupakan pangkal batang yang berada dalam tanah mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Misalnya pada pisang, tebu, dan bambu.
  5. Tunas Adventif (tunas liar): tunas yang tumbuh di luar batang dan ketiak daun atau tunas yang tumbuh pada bagian tubuh tumbuhan yang lazimnya tidak bertunas. Misalnya pada daun cocor bebek, kersen, akar cemara, akar kesemek, dan akar sukun.
  6. Geragih (stolon): merupakan batang yang tumbuh menjalar di atas maupun di bawah permukaan tanah. Misalnya rumput teki, arbei, pegagan (antanan) , dan stroberi.

B. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan yang terbentuknya individu atau tumbuhan baru karena dibantu oleh manusia (Kadaryanto. et  al., 2004:84).

  1. Stek: dengan cara memotong bagian tubuh tumbuhan lalu ditanam dengan harapan setiap potongan bagian tubuh tumbuhan itu dapat menjadi individu baru.
  2. Menempel (okulasi): penempelan mata tunas pada batang tanaman lain. Tujuannya menggabungkan dua sifat tanaman agar tanaman baru lebih baik dari induknya.
  3. Mencangkok: kulit dibuang agar tumbuh akar, kambium dibuang agar kulit tidak tumbuh lagi, dan akar akan tumbuh di bagian ujung atas batang yang dikuliti.
  4. Menyambung (mengenten): penyambungan batang atau ranting pada batang tanaman lain. Tujuannya untuk menggabungkan dua sifat tanaman agar tanaman baru lebih baik dari induknya.
  5. Merunduk: membengkokkan ranting atau batang tanaman yang ditimbun oleh tanah sehingga menjadi tumbuhan baru yang terpisah dari induknya. Misalnya pada tebu, apel, anyelir, arbei, alamanda, dan selada air.

Itulah penjelasan mengenai perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan yang berhasil Trigonal Media rangkumkan. Jika Anda memiliki saran, koreksi, pertanyaan, atau tambahan, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Trigonal Media sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel:
1. Syamsuri, I., Sulisetijono, Ibrohim, Rahayu, S. E. (2006). Sains Biologi Kelas 3 SMP. Malang: Erlangga
2. Kadaryanto, Jati, W., Mukido, Chalsum, U., Sarmini, S., Harsono. (2004). Sains Biologi 3A. Bogor: Yudhistira
3. Berbagai sumber 
Gambar:
canva.com

Lanjut
Ini Artikel Terbaru
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Komentar

Tambah Komentar

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Cara mengubah gaya teks di Disqus Blogger Paling Aktif
  • Untuk menulis huruf bold, silakan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic, silakan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline, silakan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought, silakan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML, silakan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>.
    Atau silakan gunakan parse tool di bawah ini.
Buka Parse Tool Tutup Parse Tool



strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed